Inovasi bertajuk INTAN RUBI (Integrasi Layanan Rujukan Bersama Sejiran)

Inovasi bertajuk INTAN RUBI (Integrasi Layanan Rujukan Bersama Sejiran) merupakan program strategis yang digagas oleh RSUD Sejiran Setason, Kabupaten Bangka Barat. Inisiatif ini dipimpin oleh Arsul Sani, SKM, selaku Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan, serta Penasehat Komunitas Driver Ambulans se-Bangka Barat. Program ini telah diinisiasi sejak tanggal 5 Juli 2023 dan terus dikembangkan hingga saat ini sebagai respons atas tantangan dalam sistem layanan gawat darurat. Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah pintu utama masuknya pasien dengan kondisi kritis. Namun, berbagai kendala masih ditemukan, seperti keterlambatan penanganan pra-IGD, akses yang terbatas terhadap fasilitas kesehatan, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur layanan, serta komunikasi yang kurang efektif antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien. Hambatan ini dapat berdampak pada keterlambatan penanganan, meningkatnya risiko kecacatan, bahkan kematian. INTAN RUBI hadir sebagai solusi integratif dengan menghubungkan berbagai komponen layanan rujukan: PSC 119 Sejiran, 35 unit Ambulans Desa, ambulans milik masyarakat, dan delapan Puskesmas di wilayah Mentok. Tujuan utama inovasi ini adalah mempercepat respon terhadap kegawatdaruratan, menurunkan angka kematian dan kecacatan, serta meningkatkan mutu layanan rujukan ke RSUD Sejiran Setason. Strategi yang dijalankan mencakup penguatan SDM, promosi aktif melalui media sosial, penyediaan hotline UGD, kerja sama dengan PMI dan stakeholder lainnya, serta penyediaan fasilitas istirahat bagi pengantar pasien. Selain itu, pelibatan lintas sektor menjadi kunci sukses inovasi ini, termasuk edukasi komunitas dan koordinasi cepat antar unit layanan. Untuk memperkuat komunikasi, Ketua Komunitas Driver Ambulans Bangka Barat, Bapak Muhamad Ginta (Driver Ambulans Desa Air Nyatoh), membentuk grup WhatsApp “Intan Rubi” dengan semangat Bersatu Kita Bisa. Grup ini berfungsi sebagai sarana informasi cepat, koordinasi evakuasi pasien, serta pembaruan rute dan kondisi lapangan secara real-time oleh para driver dan tenaga kesehatan. Inovasi INTAN RUBI bukan hanya menjawab kebutuhan layanan saat ini, tetapi juga menjadi pondasi kuat menuju sistem kesehatan yang terintegrasi, adaptif, dan berpihak pada keselamatan pasien. Harapannya, inisiatif ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai model penguatan layanan rujukan gawat darurat berbasis kolaborasi dan kepedulian lintas sektor Tujuan Inovasi INTAN RUBI (Integrasi Layanan Rujukan Bersama Sejiran) Inovasi INTAN RUBI merupakan langkah strategis yang dirancang untuk menjawab tantangan utama dalam sistem layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Bangka Barat, khususnya di RSUD Sejiran Setason. Tujuan utama dari inovasi ini adalah menciptakan integrasi sistem rujukan yang cepat, efektif, dan berkelanjutan melalui sinergi antarunit pelayanan kesehatan, komunitas, dan pemerintah daerah. Secara khusus, tujuan dari inovasi INTAN RUBI meliputi: 1. Meningkatkan kecepatan respon layanan kegawatdaruratan. Melalui koordinasi langsung antara PSC 119, Ambulans Desa, ambulans milik masyarakat, dan Puskesmas, pasien yang membutuhkan penanganan segera dapat lebih cepat dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Sejiran Setason. Hal ini bertujuan untuk menurunkan angka keterlambatan penanganan medis di lapangan. 2. Menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat keterlambatan penanganan. Dengan terciptanya sistem rujukan terpadu yang responsif, pasien gawat darurat memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perawatan tepat waktu, sehingga risiko komplikasi berat dan kematian dapat diminimalkan. 3. Mempermudah akses masyarakat terhadap layanan rujukan. Inovasi ini juga bertujuan untuk menghilangkan hambatan geografis, sosial, maupun informasi yang selama ini menghambat masyarakat dalam menjangkau layanan kesehatan, terutama dalam situasi darurat. 4. Meningkatkan mutu dan persepsi positif masyarakat terhadap pelayanan IGD RSUD Sejiran Setason. Dengan pelayanan yang lebih cepat, koordinatif, dan terorganisasi, diharapkan akan terbentuk kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap rumah sakit sebagai pusat rujukan utama di wilayah Bangka Barat. 5. Mewujudkan kolaborasi lintas sektor dalam sistem rujukan. Melalui kerja sama dengan komunitas driver ambulans, PMI, Puskesmas, serta stakeholder lainnya, inovasi ini menciptakan ekosistem pelayanan darurat yang berorientasi pada keselamatan pasien dan efisiensi layanan. Secara keseluruhan, INTAN RUBI bertujuan menjadi model sistem layanan rujukan darurat yang humanis, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi. Manfaat Inovasi INTAN RUBI (Integrasi Layanan Rujukan Bersama Sejiran) Inovasi INTAN RUBI memberikan dampak nyata terhadap sistem layanan rujukan kegawatdaruratan di Kabupaten Bangka Barat, khususnya di RSUD Sejiran Setason. Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan inovasi ini meliputi berbagai aspek, baik bagi institusi, masyarakat, maupun jejaring layanan kesehatan. Berikut uraian manfaatnya: 1. Meningkatkan Respons Cepat Penanganan Gawat Darurat Dengan adanya integrasi antara PSC 119, Ambulans Desa, ambulans milik masyarakat, dan Puskesmas, respon terhadap kejadian darurat menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. Hal ini memungkinkan pasien mendapatkan penanganan awal lebih dini dan pengiriman ke rumah sakit dilakukan dengan tepat waktu. 2. Menurunkan Angka Kematian dan Kecacatan Penanganan yang cepat dan tepat akan sangat menentukan keselamatan dan kualitas hidup pasien. Dengan sistem rujukan yang terintegrasi, waktu penanganan kritis dapat diminimalkan, sehingga angka kematian dan kecacatan akibat keterlambatan dapat ditekan. 3. Meningkatkan Akses dan Keadilan Layanan Kesehatan Inovasi ini membantu menjangkau masyarakat di wilayah terpencil melalui ambulans desa dan partisipasi masyarakat. Hal ini memberikan pemerataan akses layanan, tanpa diskriminasi terhadap lokasi atau kondisi sosial ekonomi pasien. 4. Membangun Sinergi Lintas Sektor dan Komunitas Kerja sama antarinstansi seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, PMI, serta komunitas driver ambulans menciptakan budaya gotong royong dalam pelayanan publik. Kolaborasi ini memperkuat sistem kesehatan daerah secara menyeluruh. 5. Meningkatkan Citra dan Kepercayaan Publik Terhadap RSUD Sejiran Setason Pelayanan yang cepat, tanggap, dan terstruktur meningkatkan kepuasan masyarakat serta memperkuat kepercayaan terhadap rumah sakit sebagai pusat rujukan gawat darurat utama. 6. Tersedianya Sistem Komunikasi Efisien dan Terstruktur Melalui grup WhatsApp "Intan Rubi", komunikasi lintas tim menjadi lebih efektif. Informasi lokasi pasien, ketersediaan ambulans, dan koordinasi antarinstansi dapat dilakukan secara real-time.


Album Foto Lainnya